Blogroll
cuap-cuap
Makasih udah Mampir keBlog ini, kamu pengunjung ke
Kota Semarang dalam kunjungan penulis pada bulan lalu (Januari 2008) bersama peserta tur lainnya, memang banyak menyimpan keunikan serta objek- objek kunjungan yang menarik untuk dilihat. Keunikan itu terlihat mulai dari bangunan, jalanan, lalu tata ruang kotanya juga. Hampir semua bangunan di kota ini bergaya kuno atau tempo dulu, baik itu sekolahan, perkantoran, tempat ibadah, atau pertokoan. Gaya tempo dulu yang digunakan adalah gaya khas belanda dan sampai sekarang masih dipertahankan.
Semarang yang merupakan ibukota propinsi Jawa tengah ini berbatasan dengan laut Jawa disebelah utara, di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat. Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke 7M, yaitu daerah pesisir yang bernama Bergota (ada ahli sejarah yang menyebutnya Plagota). Lalu ada seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang, datang ke daerah ini. Disuatu tempat yang kemudian bernama Pulau Tirang, beliau membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang. Kotamadya Semarang secara definitif ditetapkan berdasarkan UU Nomor 13 tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten-kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Tengah.
(sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Semarang )
Seperti tak akan habisnya menikmati keklasikan yang disajikan kota Semarang ini, penulis merasakan seperti hidup di tempo dulu. Dari Simpang lima, penulis ke Lawang Sewu, salah satu bangunan tua terbesar dikota Semarang yang cukup terkenal dengan kesan angker/ seram, karena sudah lama sekali berdiri, tidak dihuni dan tidak terawat. Dinamakan Lawang Sewu (“Lawang” dalam bahasa Jawa berarti pintu dan “Sewu” berarti seribu) karena bangunan ini memiliki banyak pintu.
continue reading "Enjoy Semarang –Lawang Sewu, Gereja Blenduk-"
Next Stop, Masjid Kudus. Setelah puas menjelajahi Semarang kami akhirnya sampai juga di Kudus. Gelombang 3L (Lelah, Letih, dan Lapar) sudah melanda para peserta, otomatis setibanya di Hotel Gripta, tempat para peserta menginap, langsung saja menyerbu makanan yang terhidang direstoran hotel tersebut dan menyantapnya dengan lahap. alhamduLillah, kenyang deh. Kini terbayang sebuah kasur empuk yang enak untuk sekedar merebahkan diri, lalu ada kamar mandi untuk menyegarkan diri. Tidak usah berlama-lama, yuk ke kamar hotel. Sekamar diisi oleh dua orang yang sudah ditentukan panitia sebelumnya, teman kamar ku adalah Arif. awalnya satu kamar itu ku harus berbagi untuk 3 orang, satu orang lagi adalah pak Langen, terpaksa karena kamarnya dah habis, tapi tidak jadi, karena panitia nambah satu kamar lagi. Enaknya sampai kamar, apalagi merasakan empuknya kasur.
“Arif ayo cepatan…” ku dan dia mengejar bus yang mau keluar hotel dan hampir saja meninggalkan kami (He..he.. keenakan dikamar hotel sih). Menjelang maghrib itu kami pergi ke masjid menara kudus, untuk ziarah ke makam Jafar Shidiq atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus.
Batinku bergemuruh, SubhanAllah, banyak penziarah yang datang dari banyak wilayah dan inilah pertama kalinya aku masuk ke masjid yang terkenal dengan menara kudusnya. Didalam komplek masjid ini ada banyak makam, termasuk makam Sunan Kudus, Lantunan Yasin, tahlil dan doa terus terdengar dari penziarah yang datang, akupun sejenak berdoa dalam makam Sunan, lalu seperti biasanya hunting foto juga. Untungnya ku bawa Tripod untuk kamera agar bisa mengambil foto lebih jelas, karena kutahu bahwa kamera Digital kurang optimal jika digunakan malam hari atau dalam keadaan sekitar kurang terang, dan juga agar tidak mengganggu kekhusukan penziarah dengan lampu blitz.
Ada beberapa kejadian unik yang kami alami di Menara kudus itu, yaitu sambutan yang hangat dari para pengemis, kami langsung saja dihampiri mereka dengan meminta-minta. Kejadian yang lain adalah tukang ojek yang berebut untuk mengantar kami sampai ke tempat parkiran bus, seperti sedang ingin balapan ada palang yang melintang sebelum mereka keluar dari batas antrian.
Setiap daerah memiliki kekhasannya tersendiri yang menjadikan kunjungan terasa kurang lengkap bila tidak mencoba/merasakan kekhasan tersebut, nah, jika anda pergi ke Kudus, jangan lupa oleh-oleh yang khas dari sana yaitu jenang kudus, makanan sejenis dodol dengan rasanya yang enak, untuk membelinya cobalah anda datang ke toko Mubarok atau beli jenang dengan merek mubarok yang cukup terkenal itu. Lalu, jika tiba saatnya makan, cobalah mampir ke warung Bpk. Denuh, tempatnya tidak jauh dari hotel Grypta dan mudah ditemui, disana anda akan disajikan soto khas kudus asli. soal rasa, dapat diacungkan jempol deh, Lezat, bahkan ada yang dari peserta yang nambah. Soal harga, amat terjangkau.
On next day, next stop is Pabrik rokok Djarum. Sekitar jam 7 pagi setelah sarapan dengan menu yang “wouw”(dalam artian aku belum pernah sarapan semeriah yang disajikan dihotel itu), kami sudah check out dari hotel menuju pabrik Djarum yang menjadi tujuan utama perjalanan rombongan tur ke Kudus ini. factory visit kami mulai dari salah satu pabrik kretek tangan milik PT. Djarum juga, tempat pembuatan rokok Djarum Coklat dan Djarum 76. Aroma tembakau dan cengkeh sudah tercium dari awal memasuki pabrik ini, tampak dari depan terlihat sama saja dengan bentuk pabrik/ gudang pada umumnya. Namun, ketika memasuki pabrik ini, saya melihat ribuan pekerja pelinting rokok yang sebagian besarnya adalah perempuan, dan itu cukup membangkitkan decak kagum terhadap perusahaan rokok ini, karena mampu membuka lapangan pekerjaan dan menampung pekerja sebanyak itu. Dengan masih didampingi seorang pemandu, Bapak Teguh Waspada, yang terus menceritakan dan menginformasikan semua tentang PT.Djarum, kami jadi mengetahui mulai dari awal PT.Djarum hingga sekarang.
continue reading "Jejak perjalanan(3) -Jakarta menuju Kudus-"
SELAMAT ULANG TAHUN BUAT INDOPOS…
Smoga tambah sukses, makin disukai masyarakat karena sajian beritanya yang makin mantap.
(Minggu, 20/01) pagi yang cerah, setelah semalaman diBis akhirnya sampai juga dikota Semarang, sebuah kota klasik namun masih nyentrik dan menarik. tempat pertama yang kita kunjungi disana adalah Restoran, untuk sarapan tentunya, satu keputusan yang pas buat mengisi energi, karena akan ada banyak objek yang akan dikunjungi dikota ini. seumur-umur, baru pertama kali tu sarapan diRestoran cepat saji (ah.. ngk penting). Lanjut….
“Pada hari minggu, ku ikut ayah ke kota, naik Delman istimewa, ku duduk dimuka…… tuk tik tak tik tuk……suara sepatu kuda” he..he.. jadi nyanyi
Simpang Lima tampak seru sih, dihari minggu ini. ada delman(atau cikar atau dokar atau what ever lah) rame deh, becak juga ada. diJakarta saat hari minggu, Monas menjadi tempat yang ramai dikunjungi warga sekitar, tapi kalau diSemarang, Simpang Lima merupakan tempat yang ramai dikunjungi setiap hari minggunya oleh masyarakat sekitar.
next stop, Lawang Sewu. mendengarnya aja, ku langsung berpikir “wah, seram ni, tapi bakal seru juga” mungkin pembaca tahu sendiri dari tayangan-tayangan di media TV, bagaimana gedung tua itu digambarkan dengan penuh mistik dan lain sebagainya. hanya butuh waktu sebentar untuk sampai gedung itu dari Simpang Lima, bangunan Lawang sewu ini terletak tidak jauh dari Tugu muda Semarang. begitu bis berhenti, para peserta tampat begitu antusias -kamera standby, ready and clik sana sini - semua langsung hunting gambar gitu deh, termasuk aku sendiri.
continue reading "Jejak perjalanan(2) -Jakarta menuju Kudus-"
Perjalanan yang dimulai tanggal 19 Januari- 22 januari lalu menuju kota Kudus memang telah lewat, namun masih tetap menjadi perjalanan yang tak terlupakan buat penulis. sebuah perjalanan yang dipersembahkan Indopos dengan di sponsori oleh PT. Djarum, dan XL, untuk semua finalis kompetisi blog jurnalistik yang diadakan di 10 kampus universitas yang berbeda. kompetisi ini merupakan yang pertama yang diadakan oleh Indopos yang dikhususkan untuk mahasiswa yang berminat belajar jurnalistik sekaligus berkeinginan untuk memiliki blog pribadi yang mudah, murah dan unik. cara kompetisinya adalah mengisi blog yang telah disediakan di http://www.wordpress.org dengan berita atau hal lain yang bersifat jurnalistik, bisa juga tentang pengetahuan atau wawasan. Dari sepuluh kampus tersebut, hanya 30 mahasiswa yang lolos sebagai finalis, satu diantaranya adalah penulis sendiri. namun pada kenyataannya tur jurnalistik itu cuma diikuti oleh sekitar 22 orang saja.
And the Journey begin..
Jaket tebalku ternyata tidak mampu menahan dinginnya AC dari bus Pariwisata yang ditumpangi oleh para finalis blog jurnalistik, rombongan ke kota Kudus ini. sepanjang perjalanan yang di start pukul 8 malam dari gedung pena milik Indopos, serasa makin membekukan jasad ku, ditambah lagi kebekuan suasana didalamnya, maklumlah belum banyak yang ku kenal, dan Edwin adalah satu-satunya yang dari BiNus. biasalah, semua terasa asing, nanti juga selama dua hari perjalanan, semua akan makin kenal dan ketahuan dech Gokil dan Belangnya pade (termasuk aku, he..he..). Hhmm… Bus itu terasa lega bagiku, karena ada satu bangku kosong pas disebelah ku, walaupun sempat menambah penumpang mahasiswa dari President University yang lolos sebagai finalis juga. bukannya ku egois, tapi peserta lain memang lebih memilih memenuhi bangku belakang. ya sudahlah, wah.. enak tenan, ku bisa merebahkan badan dibangku itu. (ha..ha… kurasa ada yang melirik dan mungkin dalam hatinya, “enak banget tu orang.”)
continue reading "Jejak perjalanan(1) -Jakarta menuju Kudus-"
tengok kiri- kanan, “Hhmm… oke, seep, make up.. udah, baju baru lagi, tampil gaya banget ni gw ke Pesta nanti.“ setelah semua dirasa sempurna, cewek ini pun siap pergi kePesta ulang tahun temannya. bak bidadari, cewek dengan baju barunya ini berlengak PD hendak keluar rumahnya.
“la..la…la….la...” baru aja selangkah ia keluar rumah, tiba-tiba “Croo…tt,” ada sesuatu hinggap dibaju baru itu, dipegangnya “ah.. Bau...” dia menengok ke atas, “waduh… tahi burung terbang ni.” (seandainya terjadi pada kita?? Arrgghhhh). cewek ini terdiam, dia malah tertawa keras “Haha…ha….ha….” selanjutnya berkata “Untung tahi BURUNG TERBANG, coba klo KEBO TERBANG” (klo kebo terbang sambil buang kotoran?? udah pernah liat kotoran kebo)
pertanyaan: emang ada kebo terbang?
(Minggu,27/01) Ribuan bendera palestina berkibar dilapangan Monas, Jakarta. Dalam sekejap ribuan bahkan ratusan ribu orang berkumpul seperti semut ditempat itu mulai pukul 1 siang. Panas terik matahari tidak dirasakan lagi oleh mereka, malah seakan-akan menjadi pembakar gelora semangat. Suasana pun semakin bergelora dengan pekikan takbir “Allahu Akbar” yang terus menggema dan membahana dari seluruh massa yang hadir di silang monas tersebut. Massa tersebut berasal dari kader serta simpatisan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dan beberapa LSM lainnya, mereka bersama berkumpul melakukan aksi solidaritas untuk negara Palestina yang kini kondisinya kian terpuruk akibat blokade jalur distribusi pangan dan energi yang dilakukan oleh Israel. Aksi ini disertai dengan pengumpulan dana juga, dengan slogan “One man one Dollar.”
Leganya bisa kembali Online lagi, balik ke Dunia maya. setelah sekian lama “berpuasa,” ngk internetan, gara-gara overquota ntuk bulan Januari. gitu deh… klo ngk dikontrol dengan melihat-lihat total pemakaian quota, wal hasilnya tagihan tembus angka 500ribu-an(aargghh..) duh, bokap ngomel2 deh klo tagihan datang kerumah (tulung-tulung).
sebelum pergi ke semarang, gw cek quota masih oke, tapi setelah gw balik kerumah dan pengen bercerita, pengen nulis diblog, nulis unek-unek dan sebagainya, ternyata it’s already overquote. duh, terpaksa deh ditahan dulu sampai masuk awal februari. mogahan beritanya ngk basi2x amat yach…
here i’am, Edwin is back Online again
buat loe yang punya sambungan internet broadband dengan paket limited, kudu sering cek quota, agar ngk kelebihan quota dan matikan modem ADSL saat tidak digunakan. enaknya sich klo unlimited, bebas deh lu, tapi tetap kudu matikan modem saat tidak digunkan karena pernah pengalaman modem ADSL(wired) gw rusak gara2 kena petir, lupa gw cabut. kecuali yang pake modem wireless, kayak IM2, Flash-telkomsel, dsb.
Sumeng : Gw benci ama rokok, luk
Buluk : Emangnya Knapa?
Sumeng : Paman gw mati gara-gara menghisap rokok
Buluk : Waduh…. paman lu kan belum lama jadi perokok
Sumeng : Iya, memang salah dia juga sih, menghisapnya ditengah jalan, ketabrak ama bajaj deh..
Buluk : (klepak..)Ya, iyalah… jelas mati paman lu, lagian pake ditengah jalan segala
Buluk : Tapi gw tetap benci ama rokok, pengen gw bakar pabriknya
Sumeng : Hush… aneh lu ya?? Benci tapi kenapa lu beli rokok juga?
Buluk : Itu die, klo gw bakar pabriknya, ntar gw bakal dipenjara donk, jadi gw bakarin aja satu-satu batang rokoknya. He..he..
Sumeng : Ha..ha…ha… lu sebenarnya bego apa pintar sih?
Jaringan wireless(nirkabel/tanpa kabel) masih selalu diminati karena praktis dan mudah, anda tak perlu repot menggulung kabel yang panjang, tembok juga bukan menjadi penghalang yang berarti, jumlah komputer yang terkoneksi juga bisa tanpa batas (batasannya hanya bisa cuma range IP address). Walaupun begitu jaringan wireless tetap memiliki beberapa kelemahan diantaranya kecepatan akses bisa menjadi tidak stabil(tergantung jarak anda ke access-point), orang lain yang bukan bagian dari network dapat dgn mudah menyusup dan menggunakan bandwith bahkan lebih parahnya penyusup itu dapat membaca data-data yang tersimpan dikomputer anda. jaringan ini memiliki daya jangkauan 100m-300m, berarti siapapun yang berada dalam jangkauan tersebut dapat menggunakan jaringan anda.
Recent Posts
Categories
- Jakarta Raya (1)
- Jurnalistik Tour (4)
- Kepedulian (3)
- nge-Guyon (2)
- Sosial dan Budaya (1)
- Teknologi Informasi (1)
- Uncategorized (1)
- Unek-unek (3)
- ungkapan (1)
calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Feb | ||||||
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
Wordpress theme by Wordpress Themes & made free by Internet Marketing Center
Edit here in the footer.php


Komentator